Tingkatkan Imun Pasien Corona, LIPI Siap Uji Coba Obat Herbal Indonesia

Tingkatkan Imun Pasien Corona, LIPI Siap Uji Coba Obat Herbal Indonesia

Sistem imun tubuh manusia merupakan hal utama dalam melawan SARS-Cov-2, virus corona penyebab Covid-19.

Hingga saat ini belum ditemukan obat utama untuk menangani penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 17.000 orang di Indonesia.
Para peneliti di seluruh dunia tengah berupaya untuk menemukan obat dan vaksin yang tepat untuk Covid-19, yang diperkirakan baru tersedia pada 2021 mendatang.

Sembari menunggu ditemukannya obat dan vaksin, para peneliti juga berupaya menemukan produk immunomodulator yang bisa mendorong peningkatan imun pada tubuh pasien Covid-19.

Hal ini dilakukan agar sistem imun tubuh dapat berkembang dengan sendirinya dan melawan virus di dalam tubuh.

Di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) mengembangkan dua obat herbal untuk meningkatkan imun para pasien corona.

LIPI bahkan sudah bersiap untuk masuk dalam tahap uji coba klinis pada pasien.

“Ketika virus corona menyerang tubuh manusia, cara mengalahkannya dengan berikan bala bantuan kepada sistem imun kita untuk bisa lawan virus.

Salah satunya bisa menggunakan multivitamin, suplemen, dan juga obat herbal,” ujar Koordinator Kelompok Penelitian di Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra dalam webinar Covid-19, Peneliti, dan Dokter, Senin (18/5/2020).

Dia menjelaskan, obat herbal yang dikembangkan LIPI ditujukan untuk pasien Covid-19 dengan pneumonia ringan, bukan pada pasien yang sudah krisis atau mengalami pneumonia berat.

“Karena mereka (pasien pneumonia ringan) sistem imunnya masih ada, bisa sedikit melawan virus corona, dan dengan bantuan obat herbal yang ada, kita bisa tingkatkan sistem imun mereka,” ujar dia.

Tumbuhan herbal dari Himalaya dan Indonesia Adapun obat herbal pertama yang dikembangkan LIPI adalah Cordyceps militasris bernama H2 Health & Happiness Cordyceps Militaris.

Obat ini berasal dari jamur Cordyceps, tanaman herbal yang tumbuh di pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet.

Tanaman herbal itu telah dikultivasi, diekstrasi, dan diproduksi di Indonesia.

Cordyceps yang secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat di Tibet, China, dan Korea itu, sudah mengantongi surat izin edar dari BPOM dengan nomor POM TR162397831.

Obat herbal kedua yakni kombinasi herbal asli Indonesia terdiri dari rimpang jahe merah, daun meniran, herba sambiloto, dan daun sembung.Kombinasi ini sudah diformulasikan sehingga ada prototipe dan data stabilitasnya, yang juga memiliki nomor izin edar POM TR162397831.

“Ini kan tanaman herbal di Indonesia dan tumbuh banyak sekali, jadi kalau ini berhasil tentu kita enggak akan kekurangan komoditasnya,” kata Masteria.

Uji coba kedua obat herbal tersebut akan dilakukan pada 90 pasien corona yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Rencananya akan mulai dilakukan usai Lebaran.
Perkembangan pasien akan diamati selama 14 hari usai pemberian obat pertama dilakukan.

Diharapkan pada Agustus mendatang sudah didapatkan laporan akhir dari uji coba tersebut. “Mudah-mudahan hasilnya akan cukup baik, dan diharapkan bisa digunakan untuk penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Untuk diketahui, pengembangan dan uji coba obat herbal untuk pasien corona tersebut melibatkan sejumlah institusi lainnya, diantaranya PT Kalbe, Universitas Gadjah Mada, Kementerian Kesehatan, hingga Persatuan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

Source: Kompas Online

Share this post

Post Comment