30.9 C
Jakarta
Saturday, 22 January 2022

Riset Ini Bukti Adanya Super-Immunity Covid-19 di RI?

Jakarta, CNBC Indonesia – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap survei serologi yang menjadi salah satu penyebab turunnya kasus Covid-19 setelah dihantam gelombang kedua pada kuartal II-2021.

Berdasarkan survei tersebut mayoritas penduduk Indonesia, sebanyak 86,6% populasi di daerah yang disurvei telah memiliki antibodi SARS-CoV-2 baik akibat infeksi sebelumnya atau karena vaksinasi.

“Survei serologi di 100 kabupaten/kota di sebagian wilayah aglomerasi maupun non aglomerasi sepanjang November dan Desember 2021 menunjukkan mayoritas penduduk Indonesia, sebanyak 86,6% populasi yang daerahnya disurvei, telah memiliki antibodi SAR-CoV-2 baik akibat terinfeksi sebelumnya atau karena vaksinasi dan 73,2% populasi dari daerah yang disurvei ternyata memiliki antibodi SAR-CoV-2 padahal belum pernah terdeteksi positif maupun divaksinasi Covid-19,” ujar Wiku dalam konferensi pers digital, dikutip Rabu (5/1/2022).

Survei serologi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri, dan tim peneliti dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Survei serologi menggunakan tes darah, serum atau plasma warga untuk melihat keberadaan antiboso SARS-CoV-2. Keberadaan antibodi menandakan seseorang pernah terinfeksi Covid-19 atau telah mendapatkan vaksin.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan berdasarkan data yang ada, saat ini titer antibodi cukup tinggi di masyarakat.

“Ini diperkirakan karena adanya masyarakat yang terinfeksi varian Delta tetapi juga kemudian mendapatkan vaksinasi. Jadi apa yang disebut sebagai super-immunity, itu kemungkinan yang terjadi,” ujarnya ketika itu.

Meski titer antibodi tinggi di masyarakat, penerapan protokol kesehatan 5M harus tetap dijalankan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru. Masyarakat harus tertib untuk terus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Masyarakat juga harus segera divaksinasi.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)



Sumber : www.cnbcindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER