30.9 C
Jakarta
Saturday, 22 January 2022

Jam ‘Kiamat’ Tak Bergerak, Bumi Mendekati Titik Kehancuran

Jakarta, CNBC Indonesia – Jam Kiamat semakin mendekati tengah malam. Tahun ini, Doomsday Clock itu berada 100 detik dari tengah malam.

Perlu diingat, jika Doomsday Clock bukanlah soal waktu kiamat akhir jaman. Namun ini menunjukkan dan pengingat aksi manusia yang merusak dan menghancurkan Bumi.

Bulletin of the Atomic Scientist, yang membuat jam itu, mengatakan jam lebih cepat akibat penanganan Covid-19. Mereka menyebut para pemimpin dunia lamban dalam merespon pandemi.

“Pandemi mengungkapkan betapa tidak siap dan tidak maunya negara-negara serta sistem internasional menangani keadaan darurat global dengan benar,” ungkap mereka, dikutip Minggu (2/1/2022).

“Dalam masa krisis yang sebenarnya itu, para pemerintah terlalu sering melepaskan tanggung jawab, mengabaikan nasihat ilmuwan, tidak bekerja sama atau berkomunikasi secara efektif dan akibatnya gagal untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan warganya”.

Lembaga itu didirikan oleh Albert Einstein dan mahasiswa Universitas Chicago tahun 1947. Saat pertama kali diluncurkan, jam itu berjarak tujuh menit dari tengah malam.

Jarum jam pernah berada jarak paling jauh dengan tengah malam tahun 1991. Saat itu berjarak 17 menit saat Presiden Amerika (AS) George Bush dan Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev mengumumkan adanya pengurangan persenjataan nuklir di dua negara.

Ada beragam bencana yang disorot oleh Doomsday Clock. Misalnya bahaya nuklir dan juga soal perubahan iklim.

Bencana baru juga jadi perhatian, yakni disinformasi di dunia maya. Selain itu juga ada teori konspirasi yang dapat memicu perang nuklir.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)



Sumber : www.cnbcindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER