26.7 C
Jakarta
Wednesday, 26 January 2022

Infeksi Covid-19 pada Anak Tingkatkan Risiko Diabetes

Jakarta, CNN Indonesia

Studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan anak yang terinfeksi Covid-19 berisiko lebih tinggi mengalami diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Studi ini menganalisis data medis IQVIA dan HealthVerity yang mencakup hampir 2,6 juta anak dalam rentang waktu Maret 2020 hingga Juni 2021.

Menurut data IQVIA, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko 2,66 kali atau 166% lebih mungkin didiagnosis dengan diabetes setelah 30 hari, dibandingkan anak yang tidak terinfeksi Covid-19. Sedangkan jika dibandingkan dengan anak yang mengalami infeksi pernapasan non-Covid, anak yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko 2,16 kali lebih mungkin mengalami diabetes.

Sedangkan berdasarkan data HealthVerity, anak yang terinfeksi COvid-19 punya risiko 1,31 kali lebih mungkin diagnosis menderita diabetes.

Dikutip dari Forbes, menurut peneliti, hubungan antara Covid-19 dan diabetes kompleks. Hal ini kemungkinan terjadi karena virus corona menyerang sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin di dalam tubuh. Saat produksi insulin terganggu, seseorang bisa mengalami diabetes.

Peneliti CDC Sharon Saydah mengatakan kepada New York Times bahwa belum diketahui secara pasti apakah diabetes pada anak-anak ini akan berkembang menjadi penyakit yang kronis atau hilang seiring berjalannya waktu.

Tidak hanya pada anak-anak, studi sebelumnya juga menunjukkan ada kemungkinan hubungan antara Covid-19 dan diabetes. Studi lain juga mendapati hampir setengah pasien Covid-19 mengalami kadar gula darah tinggi, salah satu implikasi diabetes.

Temuan ini membuat CDC semakin menyerukan vaksinasi Covid-19 pada anak-anak. Vaksin Covid-19 dapat mengurangi risiko penularan dan mencegah penyakit parah.

(ptj)

[Gambas:Video CNN]



Sumber : www.cnnindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER