30.9 C
Jakarta
Saturday, 22 January 2022

China Sebut Kehadiran Metaverse Bakal Butuh Waktu 6 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia – Geliat tren Metaverse mulai terlihat sejak beberapa waktu lalu. Namun ternyata perusahaan China, Baidu memperkirakan Metaverse butuh waktu hingga enam tahun hingga bisa hadir sepenuhnya.

Baidu direncanakan mengadakan acara pengembang tahunan pada Senin di aplikasi Metaversenya, XiRang. Perusahaan mengklaim ini bakal jadi konferensi Metaverse pertama di China.

Namun ternyata eksekutif XiRang mencatat masih ada banyak pekerjaan yang belum selesai dari Metaverse. Pengembangan aplikasi dimulai Desember lalu, namun disebutkan perlu enam tahun untuk melakukan peluncuran penuh.

Menjawab pertanyaan soal detail garis waktu aplikasinya, Wakil Presiden Baidu, Ma Jie mengatakan, “Itu pertanyaan yang sangat bagus, namun saya mungkin tidak punya jawaban yang bagus,” dikutip dari CNBC International, Sabtu (25/12/2021).

Ma Jie mengatakan aplikasi Baidu bisa menampung 100 ribu peserta virtual untuk konferensi. Perusahaan, menurutnya punya tujuan membangun platform open source untuk pengembang Metaverse.

Metaverse memang banyak dibicarakan belakangan ini. Bahkan ada nama besar yang ikut menyemplungkan diri di teknologi tersebut yaitu Facebook yang mengganti nama menjadi Meta.

Bukan hanya Baidu, dua raksasa teknologi China Alibaba dan Tencent diketahui kepincut juga dengan Metaverse. Alibaba punya laman web yang mempromosikan penawaran cloud Metaverse.

Di bulan November, Presiden Tencent Martin Lau pernah berharap pemerintah China mendukung pengembangan Metaverse. Serta juga memiliki peraturan khusus untuk pasar China.

Banyak Orang Belum Paham Soal Metaverse

Brian Tycangco, analis dari Stansberry Research mengatakan Metaverse masing sangat baru dan bahkan masih ada banyak orang yang tidak paham betul soal kata tersebut.

“Banyak orang bahkan tidak sepenuhnya memahami apa arti kata hari ini atau akan berarti dalam 3-5 tahun ke depan,” jelasnya.

Garis waktu yang diungkap Baidu mencerminkan pemahaman perusahaan soal Metaverse, selain juga terkait pendekatan konservatif saat mengelola ekspektasi dan lingkungan peraturan China.

“Baidu jelas mencoba bergerak maju untuk punya Metaverse di pasar dalam negeri sambil mengikuti kebijakan baru Beijing yang bertujuan untuk mencegah situasi monopolistik, oleh karena itu platform terbuka,” ungkapnya.

Sementara itu Alvin Graylin, Presiden HTC China, mengatakan Metaverse secara penuh akan hadir 5-10 tahun.

“Untuk produk dan layanan yang akan terdiri dari Metaverse, bagian-bagiannya akan datang lebih cepat,” ucap Graylin.

“Tantangan utama untuk mencapai ekosistem Metaverse penuh kemungkinan akan lebih sedikit mengenai teknologi atau produk tertentu, namun lebih mengenai infrastruktur yang mendasarinya, perjanjian peraturan internasional, dan standar global. Ini akan butuh upaya bersama dari global di banyak perusahaan dan pemerintah untuk memenuhi janji Metaverse”.

Bill Gates juga buka suara soal Metaverse. Dia mengharapkan 2-3 tahun sebagian besar pertemuan virtual pindah ke Metaverse.

[Gambas:Video CNBC]

(npb/wia)



Sumber : www.cnbcindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER