25.9 C
Jakarta
Wednesday, 26 January 2022

Beda Rasa Takut Biasa dan Fobia

Jakarta, CNN Indonesia

Takut dan fobia kerap diartikan sebagai sesuatu yang sama karena saling terkait. Namun Anda tidak bisa mengatakan segala bentuk ketakutan akan sesuatu sebagai fobia, sebab tidak semua rasa takut adalah fobia. Berikut beda rasa takut biasa dan fobia.

Ketakutan merupakan respons normal dan sehat yang dialami setiap orang kala menghadapi ancaman. Namun saat rasa takut berubah ke arah yang berlebihan ini bisa diartikan sebagai fobia.

Berikut perbedaan rasa takut biasa dan fobia, seperti dikutip GoodRx Health.

Apa itu ketakutan?

Ketakutan adalah reaksi emosional alami ketika Anda merasa ada bahaya yang akan datang atau sedang terjadi. Misalnya, Anda takut petir ketika hujan turun atau takut menonton film horor.

Faktanya, rasa takut yang Anda alami berguna agar bisa berlindung atau mempersiapkan diri dari ketakutan terhadap sesuatu yang muncul. Ketakutan juga merupakan emosi alami yang dirasakan seseorang.

Menurut The Recovery Village, ketakutan adalah kualitas yang dimiliki oleh semua makhluk hidup, sebab tak ada makhluk hidup manapun yang akan bertahan hidup tanpa mekanisme perlindungan untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap bahaya.

Dengan munculnya rasa takut mekanisme perlindungan diri bisa tumbuh secara alami. Otak juga mengandung sirkuit dan mekanisme khusus untuk memahami dan bereaksi terhadap rasa takut.

Lalu, apa itu fobia?

Sementara, fobia adalah jenis gangguan kecemasan yang jelas berbeda dari ketakutan normal. Fobia dapat diartikan sebagai rasa takut berlebihan hingga menyebabkan keadaan fisik atau mental tertekan.

Kondisi ini memicu ketakutan atau kecemasan yang terus-menerus (bahkan ketika objek fobia tidak ada), berlebihan dan tidak proporsional dengan bahaya aktual yang ditimbulkan oleh objek fobia.

Misalnya, Anda takut laba-laba. Ketika melihat gambar atau siaran di televisi yang menampilkan gambar laba-laba Anda bisa cemas dan ketakutan bahkan berteriak.

Fobia biasanya juga menyebabkan ketakutan terhadap objek atau situasi tertentu. Contohnya, seseorang yang memiliki fobia penerbangan akan mengalami kecemasan berlebih ketika naik pesawat.

Karena hal itu, orang-orang tersebut biasanya akan lebih memilih opsi transportasi lain sekalipun jarak tempuh jadi lebih jauh atau lama, alih-alih harus menghadapi fobia yang dimiliki.

Sebagaimana dilansir Mind, ketika punya fobia, rata-rata orang akan menunjukkan gejala dan tanda-tanda sebagai berikut.

Gejala fisik

1. Pusing hingga pingsan
2. Dada seperti tersedak, jantung berdebar dan detak jantung lebih cepat
3. Nyeri atau sesak di dada
4. Berkeringat
5. Mual, muntah hingga diare
6. Mengalami kesemutan atau sensasi mati rasa
7. Gemetar

Gejala psikologis

Tak hanya fisik, gejala psikologis juga muncul saat Anda mengalami fobia. Berikut gejala psikologis yang bisa dialami saat fobia datang.

1. Takut mati
2. Muncul serangan panik
3. Kehilangan kendali
4. Cemas
5. Depresi

(tst/agn)

[Gambas:Video CNN]



Sumber : www.cnnindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER