26.7 C
Jakarta
Wednesday, 26 January 2022

Bandara Juanda Kini Jadi Alternatif Pintu Masuk Penerbangan Internasional

Suara.com – Pemerintah telah menetapkan Bandara Internasional Juanda, Surabaya jadi pintu masuk penerbangan internasional. Hal ini, setelah adanya kesiapan tempat karantina bagi para pelaku perjalanan dari luar negeri melalui Bandara Juanda.

Untuk tahap awal disiapkan 1.900 tempat tidur karantina. Tiga tempat untuk karantina terpusat pekerja migran Indonesia/PMI, pelajar, dan aparat sipil negara serta sejumlah hotel untuk pelaku perjalanan umum.

“Persiapan sudah hampir final. 1.900 tempat tidur bisa digunakan dan secara bertahap bisa ditambah bila diperlukan,” kata Kasatgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (31/12/2021).

Dia menambahkan tempat karantina terpusat yang telah tersedia antara lain Asrama Haji Sukolilo, Balai Diklat Kementerian Agama, Lembaga Penguji Mutu Pendidikan, serta sejumlah hotel.

Baca Juga:
Arek Blitar Ini Bikin Geger, Diam Saja Tersangsang di Atas Pohon, Ternyata Semaput

Untuk karantina pelaku perjalanan umum juga disiapkan sejumlah hotel bintang 3 hingga bintang 5 yang telah diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan. Pengamanan karantina akan dikoordinir oleh personel dari Kodam V Brawijaya.

Menhub Budi Karya Sumadi memastikan proses keimigrasian dan protokol kesehatan di bandara juga sudah siap dengan standar operasional prosedur.

“Pemerintah belajar dari proses karantina di Jakarta sehingga mengetahui apa yang harus diperbaiki. Kepastian operasional akan diambil hari ini dalam rakor dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,” ujar Budi.

Dia menambahkan, untuk tahap awal Kemenhub membuka maksimal tiga penerbangan perminggu sambil dilakukan evaluasi apakah perlu penambahan.

Pembukaan kedatangan internasional melalui Bandara Juanda dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta yang telah mencapai 3.500-4.000 penumpang perhari.

Baca Juga:
Cemburu Istri Sering Digoda di FB, Suami Asal Sampang Tusuk Sopir di Surabaya

Guna mencegah transmisi impor Covid-19 penumpang wajib melakukan karantina selama 10-14 hari (tergantung histori perjalanan) dengan 2 kali tes PCR dengan hasil negatif.


Sumber : www.suara.com

Related Articles

TERPOPULER