26.7 C
Jakarta
Wednesday, 26 January 2022

4 Penyebab Berat Badan Naik Saat PMS

Jakarta, CNN Indonesia

Beberapa sindrom pra-menstruasi (PMS) yang paling umum dialami termasuk nyeri payudara, berjerawat, serta perubahan suasana hati. Selain itu, sebagian wanita juga mengalami kenaikan berat badan saat PMS. Apa penyebabnya?

Berat badan naik atau perut terasa kembung saat PMS adalah hal yang normal.

Menurut Lauren Streicher, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, sebagian besar kenaikan berat badan saat PMS atau menstruasi sebenarnya adalah berat air, yang berarti itu hanya sementara.

“Anda menahan banyak cairan saat menstruasi datang, dan kemudian berat badan akan kembali menyusut setelahnya,” kata Streicher, seperti dikutip¬†Women’s Health Magazine.

Namun, berapa kenaikan berat badan yang normal saat PMS?

“Rata-rata orang dewasa memiliki fluktuasi berat badan hingga lima pon (sekitar 2,2 kg) dalam satu hari, jadi aman untuk mengatakan bahwa perubahan berat badan dalam kisaran itu adalah normal,” kata Charis Chambers, seorang ginekolog di Houston.

Kenaikan berat badan saat menstruasi biasanya hilang sekitar tiga hingga lima hari setelah menstruasi Anda dimulai.

Di samping itu, berikut sejumlah penyebab berat badan naik saat PMS.

1. Hormon

Menurut Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale School of Medicine, hormon seks wanita estrogen memuncak selama bagian akhir dari siklus menstruasi Anda.

Kadarnya yang tinggi secara tidak langsung dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan, membuat Anda merasa kembung dan berpotensi menyebabkan Anda menambah beberapa kilogram.

Kabar baiknya: kadar estrogen turun saat Anda memulai menstruasi, jadi Anda akan merasa lega tepat saat kram muncul.

Seorang ginekolog di Brigham and Women’s Hospital di Boston, Natasha Johnson menambahkan, hormon lain yang berperanadalah progesteron. Tingkat progesteron melonjak di paruh kedua siklus Anda, yang menyebabkan retensi air, nyeri payudara, dan terkadang berat air.

2. Nafsu makan tinggi

Tingkat progesteron yang tinggi dapat meningkatkan nafsu makan Anda dan Anda mungkin mendapati diri Anda makan terlalu banyak.

Hormon menstruasi membuat Anda mendambakan hal-hal yang sangat manis atau asin karena nafsu makan yang meningkat. Mengonsumsi makanan yang terlalu manis atau terlalu asin menyebabkan penambahan berat badan.

Mengganti pilihan Anda dengan karbohidrat yang lebih sederhana dan lebih sehat akan membantu Anda melihat perbedaannya.

3. Kurang aktivitas fisik

Merasa lesu dan malas adalah hal yang wajar saat menjelang menstruasi. Iritabilitas dan kelelahan menyebabkan keengganan untuk berolahraga dan berkeringat, yang sebenarnya dapat membantu Anda menurunkan berat badan air.

Namun, memberi diri Anda istirahat ketika pikiran dan tubuh Anda mengalami begitu banyak hal juga menjadi opsi yang baik. Pasalnya, olahraga setelah menstruasi dapat menjadi solusi yang efektif.

4. Kafein berlebih

Lonjakan hormon selama waktu pra-menstruasi membuat keinginan terhadap kafein meningkat.

Kelelahan saat PMS semakin menarik bagi Anda untuk mengonsumsi kafein agar lebih berenergi. Namun, konsumsi kafein secara tiba-tiba Anda dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kembung di perut.

Dan kopi bukan satu-satunya penyebab. Apa pun yang mengandung kafein berkontribusi terhadap hal ini-dan itu berlaku dua kali lipat untuk minuman berkarbonasi.

“Beberapa wanita juga sering salah mengira minuman berkarbonasi itu menghidrasi,” kata Sara Twogood, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di University of Southern California Keck School of Medicine.¬†

Alih-alih melancarkan menstruasi, minuman berkarbonasi biasanya disertai dengan banyak gula tambahan atau pemanis buatan, yang bahkan lebih buruk untuk penambahan berat badan.

Meskipun jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang cepat atau terus-menerus, sebaiknya bicarakan dengan dokter yang dapat menentukan apakah ada masalah lain selain menstruasi Anda.

(agn)

[Gambas:Video CNN]



Sumber : www.cnnindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER