25.9 C
Jakarta
Wednesday, 26 January 2022

3 Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

Jakarta, CNN Indonesia

Alergi susu dan intoleransi laktosa kerap jadi alasan seseorang enggan minum susu. Dua kondisi ini juga sering kali disamakan. Padahal, keduanya merupakan sesuatu yang berbeda.

Apa beda alergi susu dan intoleransi laktosa?

Ahli gizi Arif Sabta Aji menjelaskan keduanya berbeda meski sama-sama berurusan dengan susu. Beda alergi susu dan intoleransi laktosa bisa dilihat dari penyebab, reaksi tubuh hingga cara mengatasinya.

1. Penyebab

Kasus alergi susu disebabkan sistem imun bekerja berlebihan akibat protein susu yang dikonsumsi. Sedangkan intoleransi laktosa disebabkan tubuh tidak mampu mengelola laktosa akibat kekurangan enzim laktase.

Laktosa merupakan bentuk karbohidrat dalam susu. Enzim laktase berguna untuk memecah laktosa menjadi bentuk lebih sederhana yakni glukosa dan galaktosa sehingga bisa mudah diserap tubuh.

“Laktosa itu bukannya berbahaya, tapi kita enggak punya reseptor untuk mengolah,” kata Arif dalam konferensi pers bersama susu MilkLife Lactose Free, Kamis (13/1).

2. Reaksi tubuh

Jika orang dengan alergi susu tidak sengaja mengonsumsi produk susu, maka akan timbul gejala alergi seperti, gatal-gatal maupun ruam merah pada tubuh. Namun, orang dengan intoleransi laktosa akan mengalami masalah pada pencernaan.

“Enzim pengubah laktosa tidak cukup akhirnya memberikan efek ke saluran cerna. Ada penyerapan air [berlebih] akhirnya ada masalah di saluran cerna mulai dari perut tidak nyaman hingga diare,” kata Arif.

2. Cara mengatasi

Kasus alergi susu biasanya akan hilang seiring bertambahnya usia. Banyak kasus alergi susu ditemukan di usia anak sebab sistem imunnya belum sempurna. Saat beranjak dewasa, konsumsi susu lama-kelamaan tidak lagi menimbulkan alergi.

Akan tetapi untuk intoleransi laktosa tidak akan hilang. Intoleransi laktosa merupakan kelainan dari tubuh yang ada sejak dini. Orang Asia termasuk orang Indonesia lebih rentan terhadap intoleransi laktosa. Salah satu penyebabnya, orang Asia kebanyakan tidak memiliki kebiasaan minum susu dan ini pun diturunkan dari generasi ke generasi.

“Ini beda dengan orang Eropa yang memang banyak terpapar konsumsi susu. Kita itu tidak seterbiasa orang sana, makanya kita punya karakteristik intoleransi laktosa,” tutur Arif.

Sebagai solusi, orang dengan intoleransi laktosa disarankan untuk mengonsumsi susu rendah atau bebas laktosa untuk tetap memperoleh manfaat susu sapi. Selain itu juga banyak terdapat alternatif susu sapi berupa susu nabati seperti susu kedelai, susu oat maupun susu almond.

(els/ptj)

[Gambas:Video CNN]



Sumber : www.cnnindonesia.com

Related Articles

TERPOPULER